Where Eagles Dare (1968) : Misi Sederhana Menuju Kekacauan


Courtesy of Metro-Goldwyn-Mayer, 1968

Desember 1944, musim dingin melanda kawasan Eropa.

Adalah Mayor John Smith (Richard Burton), seorang The Grenadier Guards dari tentara infantri Inggris dan Letnan Morris Schaffer (Clint Eastwood), seorang U.S. Army Ranger, diperintahkan oleh Coloner Turner (Patrick Wymark) dan Admiral Rolland (Michael Hordern) dari MI6, memimpin sebuah tim untuk menjalankan misi kecil dan rahasia. Misi mereka adalah membebaskan seorang Jenderal Amerika, bernama Carnaby (Robert Beatty), yang ditawan oleh Nazi di sebuah kastil yang terletak di pegunungan Alpen, di selatan Bavaria (Jerman).

Smith, Schaffer beserta anak buahnya menuju lokasi dengan menyamar menjadi tentara Nazi. Sebuah resiko yang sangat tinggi, yakni memasuki sebuah kastil yang dijadikan penjara tersebut, dengan akses hanya memakai kereta gantung dan helikopter! Mengapa Jenderal Carnaby harus diselamatkan? Karena ia adalah kepala perencana Western Front. Istilah Western Front sendiri yakni, sebuah pertunjukan militer di negara-negara Eropa Barat di masa Perang Dunia II, makanya Nazi berniat untuk menginterogasinya.

Ketika mereka tiba di wilayah Jerman, dengan memakai atribut Nazi, seorang anggota tewas karena kecelakaan pada saat pendaratan menggunakan parasut. Lalu mereka beristirahat di sebuah gudang yang tidak berpenghuni, dengan lokasi tak jauh dari kastil yang dituju. Smith pun diam-diam berinteraksi dengan kedua agennya, yakni Mary Ellison (Mary Ure) dan Heidi Schmidt (Ingrid Pitt). Heidi mengatur Mary agar menyamar sebagai seorang pembantu di kastil tersebut.

Smith, Schaffer dan anggota lainnya lalu menuju ke pemukiman, yang terletak di sebuah lembah, tepat di bawah kastil. Smith dan Schaffer masuk ke sebuah bar, sementara yang lainnya berjaga-jaga diluar. Maka terjadilah sandiwara di sebuah bar. Heidi memperkenalkan Mary kepada Mayor Von Happen, seorang Gestapo, untuk membawanya ke sebuah kastil. Sementara, salah satu anggota Smith secara misterius terbunuh, lalu sisa dari mereka (bertiga) masuk ke dalam bar, dan menginformasikannya kepada Smith.

Tiba-tiba polisi militer segera menggeledah bar tersebut gara-gara ada seorang tentara Nazi terbunuh (anak buah Smith). Situasi menjadi pelik yang mengakibatkan Smith, Schaffer dan ketiga anak buahnya akhirnya menjatuhkan pilihan untuk menyerah. Secara terpisah, Smith dan Schaffer yang berperan sebagai perwira Nazi dan ketiga anggotanya sebagai prajurit, kemudian ditangkap dan dibawa ke suatu tempat.

Smith dan Schaffer berhasil melarikan diri dan meledakkan sebuah depot pasokan dan menyiapkan segalanya untuk jalan keluar mereka, setelah misi selesai. Merekapun secara diam-diam, bergelantungan diatas kereta kabel menuju ke kastil, dan setibanya disana, mereka dibantu oleh Mary yang duluan telah tiba. Lalu, misi mereka tentu selain menyelamatkan Carnaby dan keluar dari kastil, juga mencegah agar Nazi mengejar mereka.

Namun apa yang terjadi, sungguh diluar dugaan dan benar-benar merupakan sebuah twist yang sangat jenius! Dan berhasilkah misi mereka?

impawards.com

Film Where Eagles Dare diadaptasi dari novel dengan judul yang sama yang terbit di tahun 1967, karya Alistair MacLean. Menurut saya, inilah karya terbaiknya yang difilmkan, meski beberapa karya adaptasi lainnya juga hebat, seperti The Guns of Navarone (1961), Ice Station Zebra (1968) atau Force 10 from Navarone (1978). Kebanyakan novel-novelnya bertemakan peperangan.

Dengan storytelling yang menarik, film ini banyak mengandung intrik pelik dan berbagai kejutan menarik, yang bertemakan Perang Dunia ke-2. Dengan alur cerita yang enak untuk disimak dan dinikmati, juga tentunya diselingi oleh banyak adegan action spektakuler dan berani … lhaa, judulnya aja "where eagles dare"!

Selama sekitar 2,5 jam lamanya, tak terasa saya hanyut dari awal hingga akhir cerita, tidak ada jeda kebosanan yang saya rasakan. Berbagai adegan dan dialog yang disuguhkan pun mengalir tanpa overacting drama, dengan selingan sedikit humor serta beberapa ketegangan yang bikin greget. Brian G. Hutton, selaku sutradara, saya nilai sangat apik dalam mengarahkan semua elemen penting, untuk dinikmati secara total.

Richard Burton yang berperan sebagai John Smith adalah bintang utamanya. Aktor mendiang tersebut menampilkan sebuah karakter yang dingin, sangat cermat, berhati-hati, sekaligus tegas. Ia tidak ragu akan segala tindakannya dan pandai memanipulasi lawannya.

Sedangkan partnernya, Morris Schaffer yang diperankan Clint Eastwood malah tak lebih sebagai pelengkap di film ini. Dengan ciri khas aktingnya Eastwood yang sinis, malah saya nilai terlalu datar. Duo wanita agen sekutu, yang diperankan oleh Mary Ure dan Ingrid Pitt, bukan hanya sebagai pemanis belaka. Mereka bisa menunjukkan intelejensi aktingnya, meski dengan porsi yang tidak banyak.

Yang bisa mengimbangi Burton, hanyalah Derren Nesbitt sebagai Mayor Von Happen. Nesbitt bahkan seorang aktor Inggris, yang berperan sangat baik sebagai perwira SS Nazi, dengan logat Jerman-nya. Karakternya yang angkuh, arogan, galak, sekaligus bisa menjadi gentleman dihadapan wanita. Bentuk sorotan mata dan ekspresi wajahnya yang cenderung kejam, memang pas untuk karakternya, sebagai perwira yang berkarisma sekaligus ditakuti.

Courtesy of Metro-Goldwyn-Mayer, 1968

Tidak banyak dialog yang menjadi kekuatan utama di film ini. Kalimat Broadsword calling Danny Boy” yang merupakan kata sandi komunikasi radio dari Smith kepada Rolland dan Turner adalah yang paling dikenal. Keindahan deskripsi cerita Where Eagles Dare terletak pada lokasi sebuah kastil yang terletak di pegunungan Alpen, dan hanya bisa dicapai melalui kereta kabel dan helikopter saja.

Sebuah tantangan yang begitu besar, namun fantastis bagi audiens. Ditengah musim salju yang melanda, menambah keindahan di hamparan pegunungan, pemukiman di lembah dan sungai yang mengalir. Keindahan khas Eropa yang tidak ada duanya. Bayangkan … jika anda nekad bergelantungan diatas kereta kabel, gimana rasanya? Apalagi kalo berantem, sedangkan keretanya jalan terus, apakah anda sempat liat kebawah … ngeri kan??

Courtesy of Metro-Goldwyn-Mayer, 1968

Berbagai tempat yang digunakan untuk syuting film berada di Austria. Kastil yang dipakai untuk syuting film adalah Burg Hohenwerfen yang berada di Werfen. Begitu juga dengan pemukiman yang bernama Lofer, terletak disekitar 25 mil dari barat daya kota Salzburg. Kereta kabel yang digunakan, yakni di pegunungan Feuerkogel yang dipergunakan sejak 1927, di wilayah Ebensee. Jadi semuanya terpisah, itulah the power of movie magic

Keindahan panorama musim dingin di pegunungan Eropa, ditambah dengan kemegahan kastil yang menjulang di puncak pegunungan, nikmatnya menaiki kereta kabel, dan 'hangatnya' pemukiman dengan berbagai bentuk bangunan klasik, serta dilengkapi dengan sungai di sekitarnya, merupakan kekuatan visual di film ini, meski lebih sering disorot pada waktu senja, malam dan waktu fajar.

Where Eagles Dare menurut saya adalah film perang terbaik yang pernah ada. Kekuatan utama ada di ceritanya itu sendiri dan visual yang mumpuni, mengingat kehebatan sinematografinya pada masa itu. Dilengkapi dengan berbagai adegan action yang fantastis, tembak-menembak, ledakan di berbagai tempat dan pengejaran yang menegangkan, memanjakkan mata dan telinga saya –bahkan menggiatkan otak saya- hingga akhir cerita.

Oh ya, dari banyak film Perang Dunia II, jarang sekali ditampilkan sebuah helikopter, kecuali di film ini …

Bagi anda yang menyukai film perang, khususnya Perang Dunia II yang penuh dengan taktik, petualangan dan keindahan suasana Eropa, Where Eagles Dare merupakan pilihan yang sangat tepat. Bahkan band heavy metal legendaris Iron Maiden, mengabadikannya lewat lagu dengan judul yang sama di album Piece of Mind (1983).

Saran saya : jangan pernah sekalipun membaca spoiler-nya!

Score : 4 / 4 stars

Where Eagles Dare | 1968 | Perang, Aksi Laga, Petualangan, Thriller Pemain: Richard Burton, Clint Eastwood, Mary Ure, Patrick Wymark, Michael Hordern, Ingrid Pitt  | Sutradara: Brian G. Hutton | Produser: Elliott Kastner, Jerry Gershwin  | Penulis: Berdasarkan Novel “Where Eagles Dare” oleh Alistair MacLean  | Musik: Ron Goodwin | Sinematografi: Arthur Ibbetson | Distributor: Metro-Goldwyn-Mayer  | Negara: Inggris | Durasi: 155 Menit 


Baca juga : Dirty Harry Movie : Dirty Harry (1971)

Popular Posts