'Airport' Series : Pelopor Film Modern tentang Musibah Pesawat

pelopor modern musibah pesawat film airport
Universal Pictures

Indonesia tengah berduka dalam musibah pesawat Boeing 737 milik Lion Air JT 610, Senin 29 Oktober 2018 di perairan lepas pantai Karawang, Jawa Barat. Peristiwa tersebut menambah daftar kecelakaan pesawat terbang komersil di negeri ini, sehingga masuk dalam salah satu negara yang paling banyak mengalami kecelakaan pesawat terbang.

Banyak faktor yang diduga menyebabkan kecelakaan fatal sebuah pesawat terbang, bisa dari cuaca, psikologi manusia, teknis dan prosedural serta mungkin saja faktor eksternal seperti terorisme atau sabosate.


Baca juga: Head to Head : The Poseidon Adventure (1972) vs Poseidon (2006) 

Hingga saat ini, banyak sekali film yang mengisahkan tentang kecelakaan pesawat terbang komersil, dengan berbagai genre dan tema yang bervarian.

Dari sekian banyak film tersebut, saya rasa waralaba film Airport bisa dikatakan sebagai salah satu yang terbaik sebagai film modern tentang musibah pesawat, yang disebabkan oleh faktor alam maupun manusia, melalui eksploitasi berbagai aktivitas di bandara maupun di dalam pesawat terbang.


Baca juga: Top 10 Film Kereta Api : Adventure/Action 

Waralaba yang dari empat film tersebut, masing-masing memiliki kisah tersendiri dengan menyajikan karakterisasi, drama, intrik dan aksi yang lebih realistis dibandingkan film modern tentang musibah pesawat sejenis.

Keempat film itu selalu diisi oleh jajaran para aktor/aktris terkenal. Ketiga film pertamanya berhasil mendapatkan nominasi di ajang bergengsi, bahkan film pertamanya berhasil mendapatkan piala. Berikut ini ulasan singkat empat filmnya :


review ulasan sinopsis film airport
Universal Pictures
Airport (1970)
 
Sejumlah rangkaian peristiwa di Lincoln International Airport, dekat kota Chicago, mengakibatkan seorang manajer bandara bersikeras untuk tetap beroperasional selama turunnya salju, sementara ada seseorang yang berniat untuk meledakkan sebuah bom bunuh diri di dalam pesawat.

Hampir sepanjang cerita, lokasi berada di area bandara, dengan memperlihatkan berbagai detail aktivitas yang dibumbui akan gejolak hingga problema yang mereka hadapi. Meski mereka berkolaborasi, terkadang menimbulkan konflik berdasarkan argumen dan keahliannya masing-masing.

Kompleksitas karakterisasi dan alur ceritanya terpapar begitu dramatis dan solid, berkat performa brilian Burt Lancaster, Dean Martin, Jacqueline Bisset, Jean Seberg hingga George Kennedy.

Hiruk-pikuk kedinamisan aktivitas di bandara, berbagai keputusan krusial dalam menghadapi persoalan, intensitas dan bencana, problema kehidupan masing-masing karakter, semuanya dipadukan dengan baik dalam satu jalan cerita yang menarik.

Dalam film bejudul sederhana yakni Airport, kita bisa mengetahui suasana akan koordinasi yang terjalin antara staf bandara dan penerbangan, kru opersional dan perbaikan, kru penerbangan serta FAA atau Otoritas Penerbangan Sipil.

Score : 4 / 4 stars


review ulasan sinopsis film airport 1975
Universal Pictures
Airport 1975 (1974)
 
Film Airport 1975 fokus pada penerbangan salah satu pesawat Boeing 747 yang dalam keadaan krisis, tertabrak pesawat kecil yang menghantam kokpit, mengakibatkan pesawat tersebut tidak bisa dikemudikan oleh siapapun.

Dibintangi oleh Charlton Heston, Karen Black, George Kennedy hingga Linda Blair, film ini tidak bisa mengulangi kesuksesan pendahulunya secara kualitas, meski pendapatannya lumayan laris dan menempati peringkat ke-3 setelah film disaster lainnya yakni The Towering Inferno dan Earthquake.

Diantara sejumlah film bencana yang banyak diproduksi di era tersebut, film Airport 1975 termasuk populer dengan mengeksploitasi bagaimana caranya bertahan dan mengakali di dalam pesawat agar bisa mendarat dengan selamat, tanpa ada yang bisa mengemudikannya.


Intensitas yang mendebarkan untuk menggenjot adrenalin dan beberapa kejutan juga terjadi dalam rangkaian sekuen yang disajikan dengan cukup epik. Performa karakter seorang pramugari dan beberapa penumpang lainnya cukup impresif, melalui berbagai dialog dan aksi tertentu.

Salah satunya, performa Linda Blair yang impresif, sebagai seorang penumpang yang sedang dirawat. Juga tak lupa karakter seorang Suster Biarawati, seorang selebriti serta seorang alkoholik.

Score : 3 / 4 stars

review ulasan sinopsis film airport 77
Universal Pictures
Airport ‘77 (1977)
 
Film Airport ‘77 mengisahkan tentang sebuah pesawat Boeing 747 dengan banyak penumpang VIP, yang dibajak dan jatuh ke dalam laut di Segitiga Bermuda.

Dibalik premis yang menarik, sesungguhnya film ini tidak menawarkan hal baru, selain kecelakaan pesawat yang jatuh ke dasar laut, namun badan pesawat tidak hancur atau terbelah, serta para penumpangnya berusaha untuk menyelamatkan diri. 

Dibintangi oleh para aktor/aktris veteran seperti Jack Lemmon, Lee Grant, James Stewart, George Kennedy, M. Emmet Walsh hingga Christopher Lee, film ini masih laris di tangga box office, meskipun secara kritik kurang memuaskan bahkan sempat dinominasikan Oscar.


Setelah perilisan filmnya hingga di awal 80’an, Universal Studio Tour mengoperasikan sebuah wahana “Airport ‘77” berupa Screen Test Theater. Keunggulan film ini yakni penyajian berbagai efek dari banyak adegan, ketika sebuah pesawat jatuh dan tenggelam hingga ke dasar laut.

Visualisasi dan atmosfir yang tercipta mampu menimbulkan ketegangan dan kepanikan ketika pesawat berada di dasar laut, karena rasa panik dan mengerikan juga hadir terhadap ketakutan akan kurangnya oksigen dan air yang masuk ke dalam pesawat.

Score : 2.5 / 4 stars


review ulasan sinopsis film airport the concorde
Universal Pictures
The Concorde …Airport ’79 (1979)
 
Sebagai seri terakhir dari waralaba Airport, film The Concorde …Airport ’79 memanfaatkan pesawat kontroversial buatan Inggirs dan Perancis, yakni Concorde yang mengudara dari tahun 1976 hingga 2003.

Mengisahkan tentang seorang penjual senjata ilegal yang bisnis kotornya diketahui oleh kekasihnya seorang jurnalis. Untuk menutupi kebocoran rahasianya, ia meluncurkan sebuah misil pada sebuah pesawat Concorde yang ditumpangi kekasihnya itu.

Berdasarkan premis yang semakin fiktif, film ini terbukti gagal di pasaran dan dihujani kritik. Dibintangi oleh Alain Delon, Susan Blakely, Robert Wagner, Sylvia Kristel serta George Kennedy ini memang terkesan konyol dari ide dan eksekusi cerita yang dikembangkan dari tiga film sebelumnya, sepertinya hanya menjual kemegahan dan kehebatan Concorde saja.

Namun berbagai setting berupa latar pemandangan seperti pegunungan es atau berbagai aksi spektakuler di udara, cukup menghibur dan impresif.

Score : 2 / 4 stars

Comments

Popular Posts