Rebel Without A Cause (1955) : Balada Remaja Ikonik

film rebel without a cause
Warner Bros Pictures

Era 50’an adalah periode keemasan akan kepopuleran sejumlah film bertemakan rebellion youth, salah satunya film Rebel Without A Cause tentang balada remaja ikonik yang dibintangi aktor legendaris James Dean.

Sejumlah film tersebut mengekploitasi gesekan antar generasi yang memiliki perbedaan kultur, sosial serta moralitas terhadap pencarian jati diri dan kebebasan, khususnya dari dua sudut pandang antara orang tua dan anak.

Diawali dengan Marlon Brando melalui A Streetcar Named Desire (1951) dan The Wild One (1953), kemudian diteruskan oleh ikon remaja saat itu, James Dean.

Dalam karir Dean yang terlalu singkat, kedua film seperti East of Eden dan Rebel Without A Cause yang dirilis tahun 1955 itu, tema sosial dan jati diri remaja menjadi sangat populer dalam sebuah generasi baru.

Bersamaan pula dengan popularitas musik rock melalui Elvis Presley, sehingga muncullah sebuah budaya tandingan yang menjadi pembeda dengan generasi sebelumnya.

Penampilan Dean sendiri dalam dua film signifikannya itu, tentu saja ikonik serta stylish, mulai dari tatanan rambut, pakaian yang dikenakan, gaya bicara hingga mimik serta gerakan tubuhnya.


review rebel without a cause
Warner Bros Pictures

Sangat disayangkan, sebuah kecelakaan mobil yang dikendarainya, mengakibatkan ia tewas saat sebelum perilisan Rebel Without A Cause. Di usia dan karirnya yang sangat singkat itu, warisan ikonik James Dean menginspirasikan banyak film dalam beberapa generasi berikutnya hingga kini.

Rebel Without A Cause mengisahkan tentang seorang remaja bernama Jim Stark (James Dean), bersama dengan kedua orang tuanya merupakan pendatang baru di Los Angeles.

Suatu malam dalam keadaan mabuk, ia ditangkap dan dibawa ke kantor polisi. Jim memiliki masalah dengan kedua orangtuanya yang terus bertengkar, terutama ayahnya yang tidak memiliki pendirian tegas.

Dalam proses investigasi di kantor polisi oleh Inspektur Rey, Jim bertemu dengan Plato (Sal Mineo) dan Judy (Natalie Wood) akibat tindak kenakalan remaja.


Plato ditinggalkan ayahnya sejak ia bayi sedangkan ibunya jarang berada di rumah, sehingga ia tinggal dengan seorang pengasuhnya. Sedangkan Judy merasa kurang diacuhkan ayahnya karena telah tumbuh menjadi remaja.

Pada hari pertama sekolah, Jim menawari Judy untuk pergi bersamanya, namun Judy malah pergi bersama teman-temannya yang dipimpin oleh Buzz (Corey Allen).


balada remaja ikonik
Warner Bros Pictures

Hingga di sebuah Planetarium setelah kegiatan kelompok sekolah, Jim ditantang oleh Buzz untuk berduel, yang dilanjutkan dengan duel balap mobil menuju jurang pada malam harinya. Namun malang bagi Buzz yang akhirnya tewas akibat kelalaiannya sendiri, hingga merekapun membubarkan diri tak lama setelah polisi datang.

Jim berkonfrontasi dengan orangtuanya karena ia merasa bertanggung jawab, sedangkan mereka sendiri berusaha mencegah Jim untuk tidak melaporkannya ke polisi.

Dalam keadaan frustasi, Jim yang tidak berhasil menemui Rey di kantor polisi, akhirnya bertemu dengan Judy yang meminta maaf akan sikap sebelumnya. Mereka berdua lalu menuju sebuah rumah besar yang tak berpenghuni di dekat Planetarium.

Sementara Buzz dan kelompoknya merencanakan balas dendam terhadap Jim, dengan mengejar Plato. Sadar akan nyawa Jim yang terancam, Plato pun segera mencari Jim untuk memberitahukan hal tersebut.

Di jaman ini, menonton film bertemakan remaja seperti Rebel Without A Cause adalah hal yang sangat klise yang sudah sangat biasa. Namun di jaman itu menjadi sebuah terobosan penting, bagaimana eksploitasi kenakalan dan pemberontakan kaum remaja, serta pandangan kritis mereka, kontras dengan pandangan orang tuanya.

Film ini merangkum sisi psikologis seorang remaja terhadap lingkungan dan pembentukan jati diri akan berbagai hal kritis di usianya hanya dalam dua malam kejadian.


ulasan film rebel without a cause
Warner Bros Pictures
 
Dari awal adegan diperlihatkan bagaimana karakter Jim sedang dalam keadaaan mabuk dan frustasi hingga dibawa ke kantor polisi atas tindakannya itu, sehingga kedua orang tuanya menjemputnya pulang.

Namun dalam sebuah dialog, terlihat perdebatan Jim dengan kedua orangtuanya, sehingga berkesan ada sesuatu yang tidak beres dalam keluarga tersebut.

Meski keesokan paginya mereka telrihat cukup harmonis, namun dalam beberapa adegan selanjutnya semakin terlihat bahwa Jim bergitu kesal terutama terhadap ayahnya yang dianggap begitu lunak dalam bersikap maupun bertindak.

Lain halnya dengan Judy yang merasa diacuhkan ayahnya sendiri, hanya karena ia telah tumbuh sebagai gadis remaja dengan segala problematikanya, sehingga ia pun mengadu kepada Inspektur Rey.

Dalam adegan pengenalan karakter Judy, lewat dialognya dengan Rey terkesan kurang berarti dan biasa saja.

Namun dalam adegan selanjutnya, jelas terlihat sebenarnya Judy ingin diperhatikan ayahnya sehingga saat ia mencium ayahnya, ia ditampar karena dianggap terlalu berlebihan dan ia bukan gadis cilik lagi. Maka Judy pun spontan marah dan keluar rumah.


sinopsis rebel without a cause
Warner Bros Pictures
 
Sedangkan karakter Plato dalam adegan awal di kantor polisi, tampak diwakili oleh seorang pengasuhnya yakni wanita berkulit hitam.

Hingga dalam adegan selanjtunya, saat ia hendak dianiaya oleh Buzz dan kelompoknya, terlihat jelas bahwa Plato adalah anak orang kaya yang hidup sendirian tanpa kasih sayang, semenjak ditinggal kedua orang tuanya.

Ketiga karakter inilah yang mempersatukan mereka menjadi akrab secara instan. Plato yang bertualang bersama dengan Jim, menjadikan sebagai figur ayah baginya.

Kontras dengan hubungan antara Jim dan Judy, bagaimana Judy yang awalnya mengacuhkan Jim dan malah bergaul dengan gerombolan Buzz, perlahan mulai sadar dan tertarik kepada Jim yang dianggapnya sebagai “pria sejati”.

Karakter Jim sendiri meski sebagai remaja pria reguler, namun memiliki hati dan nurani yang sensitif terhadap lingkungannya, terutama kepada kedua orang tuanya.

Ibunya yang keras, kontras dengan ayahnya yang cenderung membelanya, namun lunak dan sering mengalah terhadap ibunya. Hal itulah yang membuat Jim frustasi.

Jim bukanlah tipikal remaja pria yang ingin terlihat keren dan tangguh, yang perlu dipuja atau diperhatikan oleh para gadis seusianya. Ia adalah tipe yang cenderung penyendiri dan damai, serta perhatian terhadap lingkungan sosial, sehingga dalam awal dan menjelang akhir cerita, ia merasa iba terhadap Plato.


rebel without a cause james dean
Warner Bros Pictures
 
Jim juga terlihat saat menghindar dan tak ingin berkelahi dengan Buzz yang hendak mem-bully dan menantangnya. Berkat kecerdasan Jim pula, yang akhirnya menyelamatkan dirinya sendiri.

Selain karakerisasi solid serta adegan drama yang kuat, film ini juga memperlihatkan adegan paling dikenang yang ikonik, yakni saat berlangsungnya sekuen duel Jim dan Buzz baik di Planetarium maupun dalam balapan mobil. 


Baca juga: La La Land (2016) : Impian dan Kebersamaan 

Setting area eksterior Planetarium, menjadi sebuah momentum tersendiri dalam menghadirkan atmosfir unik akan pembuktian ketangguhan remaja.

Dean yang berperan sebagai Jim Stark, boleh dikatakan mungkin sebagai satu kesatuan individu baik di dalam maupun di luar layar.

Penampilannya sendiri sebenarnya tidaklah mengkilap layaknya para greaser seperti kawanan Buzz, namun karisma Dean dalam memerankan Jim Stark merupakan hal yang natural.

Rebel Without A Cause sebagai tentang balada remaja ikonik, bukanlah sembarang film, mengingat kualitas dan kapasitas Dean mewakili rebellion youth yang kritis akan pandangan konservatif yang malah mengaburkan kebenaran di depan mata.

Bersama dengan sejumlah filmnya Marlon Brando, film ini merupakan terobosan dan revolusi James Dean dalam menggambarkan remaja Amerika modern sesungguhnya.

Score : 4 / 4 stars

Rebel Without A Cause | 1955 | Drama, Remaja | Pemain: James Dean, Natalie Wood, Sal Mineo, Jim Backus, Ann Doran, Corey Allen, William Hopper | Sutradara: Nicholas Rey | Produser: David Weisbart | Penulis: Nicholas Rey. Adaptasi: Irving Shulman | Musik: Leonard Rossenman | Sinematografi: Ernest Haller | Distributor: Warner Bros Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 111 Menit

Comments

Popular Posts