7 Film yang Wajib Anda Ketahui dalam 'Semesta The Conjuring’

tujuh film semesta waralaba the conjuring
Warner Bros Pictures


Dekade 70’an mungkin bisa dikatakan sebagai periode emas film horor berkualitas melalui sejumlah sub genre seperti supranatural, slasher hingga monster. Dekade 80’an meneruskan tradisi dan sekuel sehingga lebih populer secara global.

Dua dekade berikutnya boleh dikatakan sebagai periode yang sulit bagi film horor, era 90’an banyak yang gagal dalam sekuel dan hanya beberapa film yang signifikan dan ikonik, sedangkan era 2000’an terlalu banyak pembuatan ulang (remake maupun reboot).

Tampaknya elemen supranatural kembali diminati pasar dalam dekade berikutnya, sejak film The Conjuring yang kembali bernostalgia di masa heyday atau kejayaan era 70’an, melalui dramatisasi karakter nyata Ed dan Lorraine Warren.

Terlebih film tersebut disutradarai oeh James Wan yang kembali mempopulerkan sub genre berupa splatter melalui waralaba film Saw, walau sebenarnya di era 2000’an pernah menggarap sebuah horor bergaya "Old School" yang semestinya masuk dalam semesta The Conjuring.
 
timeline waralaba semesta film the conjuring

Baca juga: Dead Silence (200): Horor Ventriloquisme Modern Rasa Klasik

Film The Conjuring menjadi awal trendsetter horor supranatural termasuk eksorsisme, sehingga dalam kesuksesan besarnya, dilanjutkan dengan sebuah sekuel tiga tahun berikutnya serta yang terbaru seharusnya tayang sebentar lagi.

Narasi besar dalam semesta The Conjuring pula berkembang karena memunculkan sejumlah karakter ikonik yang kemudian dibuatkan beberpa film sempalannya (spin-off), seperti boneka Annabelle, karakter Valak, La Llorona, serta rencana untuk karakter The Crooked Man.

Sejauh ini terdapat tujuh film dalam semesta The Conjuring telah dirilis, belum termasuk film The Conjuring: The Devil Made Me Do It yang akan tayang dalam waktu dekat. Berikut ulasan singkat tujuh film tersebut yang dikelompokkan dalam film utama serta sempalannya, dengan urutan berdasarkan tahun perilisan.

ulasan review sinopsis film the conjuring
Warner Bros Pictures

The Conjuring (2013)

1971 Roger (Ron Livingston) dan Carolyn (Lili Taylor) Perron beserta lima anak mereka menempati sebuah rumah di Harrisville yang menghantui mereka saat pukul 3:07 pagi jam berhenti berdetak, sejumlah burung terbang mendekati jendela rumah serta anjing peliharan mereka mati.

Suatu malam, satu-persatu keluarga Perron mengalami sejumlah hal supranatural yang menakutkan sekaligus mengganggu mereka.

Carolyn segera menghubungi pasangan suami-istri Warren yakni Ed (Patrick Wilson) dan Lorraine (Vera Farmiga) yang setuju untuk menyelidiki kediaman keluarga Perron yang berhubungan dengan masa lalu dengan persembahan dan okultisme.

Tak bisa disangkal bahwa film The Conjuring mampu memberikan sebuah hype atau yang fenomenal dalam menyajikan versi fiktif dari pasangan figur nyata (Ed dan Lorraine) terhadap dunia investigasi supranatural yang diperankan sangat baik oleh Wilson dan Farmiga.

Arahan apik James Wan dalam menangani film ini dalam pendekatan secara estetis dan berkelas, pantas dibandingkan dengan horor klasik sejenis semacam The Exorcist (1973) ataupun Poltergeist (1982).

Mendramatisir hal nyata dan faktual terhadap fenomena supranatural adalah hal yang selalu menarik, yang kebetulan terjadi di era 60’an dan 70’an dalam masa kejayaan film horor berkualitas.
   
Score: 3.5 / 4 stars

ulasan review sinopsis the conjuring 2
Warner Bros Pictures

The Conjuring 2 (2016)

1976, Ed (Patrick Wilson) dan Lorraine (Vera Farmiga) menginvestigasi rumah Amityville di Long Island, saat Lorraine mendapat sebuah visi mengerikan tentang sosok hantu biarawati serta tewasnya Ed.

Setahun kemudian di London, keluarga Hodgson mengalami serangkaian kejadian ganjil dan supranatural di rumah mereka, sehingga diketahui ada sosok yang kerap mengganggu mereka yakni Bill Wilkins.

Baca juga: The Amityville Horror (1979): Adaptasi Horor yang Realistis

Karena kisah tersebut menjadi heboh lantaran disorot oleh media, maka asisten Ed dan Lorraine meminta mereka untuk menyelidiki hal tersebut untuk memastikannya. Selama berada di London, Ed dan Lorraine berkonsultasi dengan dua cenayang yakni Maurice dan Anita untuk keabsahan hal supranatural.

Ed dan Lorraine pun berupaya mengusir sosok Bill Wilkins, namun apa yang terjadi selanjutnya merupakan kejutan besar berupa sebuah kekuatan mengerikan yang mengancam nyawa mereka berdua.

Melibatkan kasus “Amityvlle” dan “Enfield Poltergeist” dengan memunculkan karakter ikonik Valak untuk pertama kalinya, film The Conjuring 2 tetap menjaga kualitas dari film pertamanya meski dirasa lebih dramatis dan fiktif.

Sepertinya film ini sudah mulai ‘jualan’ elemen jump scare, dan juga karakter ikonik lainnya yakni The Crooked Man agak kurang menarik dan tidak seseram itu. Namun untungnya film ini tertolong oleh sejumlah karakter keluarga Hodgson dalam ikatan kuat untuk menghadapi sang monster iblis tersebut.
 
Score: 3 / 4 stars

Selain dua film utamanya yakni The Conjuring, berikut terdapat lima film sempalannya:

ulasan sinopsis review film annabelle
Warner Bros Pictures

Annabelle (2014)

1967 di California, John (Ward Horton) menghadiahi sebuah boneka kepada istirnya yang sedang hamil, yakni Mia (Annabelle Wallis) dengan harapan sebagai koleksi pertama bagi kelahiran bayi mereka.

Suatu malam terjadi pembunuhan terhadap tetangga mereka yakni keluarga Higgins, dan Mia segera menghubungi polisi yang segera datang.

Ia dan John diserang oleh pelaku pembunuhan, lalu polisi datang menembak mati seorang pria namun seorang wanita ditemukan tewas bunuh diri menggenggam boneka.

Demi melepaskan trauma mereka, Mia dan John pindah tempat tinggal ke sebuah unit apartemen. Sejumlah fenomena supranatural mulai mengganggu mereka, termasuk sebuah boneka yang kembali ditemukan Mia.

Film Annabelle bagaimanapun juga masih pantas untuk dinikmati sebagai horor supranatural yang cukup kompleks, bahkan dari awal adegan sekalipun. Film ini boleh dikatakan sebagi versi lain terhadap kepopuleran boneka ikonik Chucky.

Kemampuan menyembunyikan sekaligus melepaskan petunjuk satu-persatu di sepanjang alur ceritanya, cukup mengesankan meski eksekusi akhir penyajiannya dirasa standar dan sedikit terlupakan.

Score: 2.5 / 4 stars

ulasan sinopsis review annabelle creation
Warner Bros Pictures
 

Annabelle: Creation (2017)

Seorang pembuat boneka yakni Samuel (Anthony LaPaglia) dan istrinya bernama Esther (Miranda Otto) tengah berduka setelah kehilangan putri mereka, Annabelle yang tewas dalam sebuah insiden.

12 tahun kemudian Samuel dan Esther membuka rumah mereka untuk menampung Suster Charlotte (Stephanie Sigman) dan enam anak perempuan sejak panti asuhannya ditutup.

Meski Samuel dan Esther melarang mereka untuk memasuki kamar Annabelle, namun salah satu dari enam anak tersebut nekat memasukinya dan membuka lemari dan menemukan sebuah boneka yang melepaskan kekuatan roh jahat untuk meneror mereka.

Alih-alih ingin menghadirkan sebuah prekuel yang terdengar menarik dengan setting di sebuah pedesaan, malah terjebak dalam permainan kersukan roh jahat yang terjadi hampir seluruhnya hanya di dalam rumah.

Mulai banyaknya elemen jump scare dengan gaya yang berlebihan, selalu menyebalkan dan malah memperburuk hal misterius yang sesungguhnya membuat penasaran, ditambah lagi dengan karakterisasi yang terlupakan.

Score: 1.5 / 4 stars

ulasan sinopsis review annabelle comes home
Warner Bros Pictures

Annabelle Comes Home (2019)

Ed (Patrick Wilson) dan Lorraine (Vera Farmiga) membawa boneka Annabelle dari kediaman Debbie dan Camilla yang mengklaim bahwa boneka tersebut berisi roh jahat. Boneka tersebut diberkati dan disimpan dalam ruang kaca di ruangan yang berisikan sejumlah artefak supranatural di rumah keluarga Warren.

Suatu hari saat Ed dan Lorraine hendak bepergian menangani kasus baru, putri mereka bernama Judy (McKenna Grace) diasuh oleh seorang babysitter bernama Mary Ellen (Madison Iseman). Tak terduga, sahabat Mary yakni Daniela (Katie Sarife) mendadak mengunjungi mereka.

Rupanya Daniela memiliki motif terselubung yang nekat menerobos ke dalam ruangan artefak supranatural tanpa diketahui Judy dan Mary, yang otomatis membangkitkan sejumlah roh jahat akibat terlepasnya boneka Annabelle.

Tanpa disangka, film Annabelle Comes Home ternyata jauh lebih baik dibandingkan filmnya terdahulu (prekuel Annabelle: Creation), melalui sebuah penyajian horor era 60’an atau 70’an dan bahkan mungkin 80’an yang mengandalkan atmosfir misterius dibangun perlahan namun pasti.

Justru film ini memberikan salah satu contoh terbaik bagaimana memperlakukan waralaba The Conjuring dengan elegan, tanpa harus dirusak oleh jump scare kacangan.

Cukup lewat beberapa adegan intens dengan gaya lambat, meski konsekuensinya mengurangi kengerian atau rasa seram dari biasanya bagaikan film Scooby-Doo versi serius atau bahkan mengingatkan saya akan film horor klasik berjudul House (1985), terhadap alur yang sangat sederhana.

Narasinya memang klise dan sebodoh karakter Daniela yang mengesalkan, namun eksekusi filmnya secara keseluruhan mampu menghadirkan horor supranatural yang masih pantas untuk dinikmati.

Score: 2.5 / 4 stars
 

ulasan sinopsis review the nun
Warner Bros Pictures

The Nun (2018)

1952 di Biara Cârţa, Rumania, saat kekuatan jahat misterius keluar dari sebuah pintu terlarang dan menewaskan semua biarawati. Sementara di Vatikan, Pastur Burke (Demián Bichir), bersama dengan Suster Irene (Taissa Farmiga) yang berada dalam masa percobaan sebagai biarawati, ditugaskan untuk menyeldikinya.

Melalui bantuan seorang warga lokal bernama Maurice “Frenchie” Theriault (Jonas Bloquet), mereka memasuki biara tersebut. Namun apa yang mereka alami selanjutnya, menjadi sebuah teror yang mengerikan melalui kemunculan sosok iblis Valak.

Sesungguhnya premis film ini menarik karena mengangkat tema horor supranatural dengan setting klasik. Hanya saja alur cerita yang cukup dangkal dengan penyelesaian seadanya, ditambah dengan karakterisasi serba tanggung, mengakibatkan hasil yang medioker.

Ingin tahu ulasan selengkapnya? Klik disini.

Score: 2 / 4 stars

ulasan sinopsis review the curse of la llorona
Warner Bros Pictures

The Curse of La Llorona (2019)

1973 di Los Angeles, seorang petugas sosial yakni Anna (Linda Cardellini) diserang oleh Patricia dalam keadaan tertekan yang diduga melakukan kekerasan terhadap dua putranya, karena mengurung mereka di dalam gudang.

Suatu malam, kedua putra Patricia ditemukan tewas di sungai. Anna dipanggil menuju lokasi guna mengidentifikasi kedua jasad tersebut. Ia membawa kedua anaknya yakni Chris dan Samantha yang sedang menunggu di dalam mobil.

Chris yang penasaran dengan situasi di tempat kejadian perkara, diam-diam mengendap untuk menghampiri lebih dekat, namun ia dikejutkan oleh sosok wanita misterius yang sedang menangis, lalu menerornya.

Wanita tersebut kembali meneror Chris dan juga Samantha keesokan harinya, hingga kemudian Anna meminta bantuan pihak Gereja terhadap fenomena supranatural tersebut.

Film The Curse of La Llorona yang diangkat dari cerita rakyat Meksiko tersebut, ditinjau dari tema yang diangkat memang menarik, namun premis serta eksekusi akhirnya saya anggap dangkal dan sangat standar.

Kurangnya elemen suspens maupun alur cerita yang membosankan, ditambah dengan permainan jump scare buruk serta karakterisasi seadanya, menandakan bahwa film ini adalah yang terlemah dalam semesta waralaba The Conjuring.  

Score: 1 / 4 stars

Comments