The Monster Squad (1987): Menghadapi Pasukan Horor Ikonik

the monster squad hadapi pasukan horor ikonik
TriStar Pictures

Sinema horor review The Monster Squad dalam menghadapi pasukan horor ikonik.

Bagaimana jika sekelompok remaja menghadapi serangan pasukan berupa figur mahluk atau monster horor yang ikonik.

Sebut saja Drakula, Frankenstein, Manusia Serigala, Mumi hingga Monster Black Lagoon, pastinya bakal seru bukan?

Mungkin bagi anda tidak asing dengan novel dan film adaptasi seperti Goosebumps yang populer mulai dari awal 90’an.

Bacaan fiktif mengisahkan secara terpisah tentang sejumlah monster horor klasik itu, terdapat formula yang pernah disajikan dalam film The Monster Squad.

Sebuah film horor kecil di era 80’an tersebut, kini berstatus yang berstatus cult classic dengan penggabungan antara horor komedi dengan remaja, terbukti ampuh.

Jika dilihat dari jajaran kru yang terlibat dalam film The Monster Squad, tidak ada yang saya kenal, kecuali penulis Shane Black yang terlibat dalam film Predator (1987) dan The Predator (2018).

review the monster squad trio bocah klub horor
TriStar Pictures

Lalu ada sineas Fred Dekker yang ternyata pernah menyutradarai horor kultus lainnya yakni Night of the Creeps (1986).

The Monster Squad mengisahkan upaya Van Helsing (Jack Gwillim) yang gagal dalam menghempaskan Count Dracula (Duncan Regehr) di Transylvania.

Dracula malah menuju ke tempat pembuangan di alam lain, melalui sebuah portal yang terbuka karena mantra sebuah jimat.

Seratus tahun kemudian, Sean (Andre Gowér) dibelikan ibunya sebuah buku bekas yang ternyata berupa buku harian Van Helsing dalam bahasa Jerman.

Sean memiliki tiga sahabat dengan ketertarikan yang sama tentang monster yakni Patrick (Robby Kiger), Horace (Brent Challem), serta Eugene (Michael Faustino).

Mereka membentuk klub yang dinamakan “The Monster Squad”. Sementara adik Sean bernama Phoebe (Ashley Bank), ingin sekali bergabung dengan mereka.

Sejak Rudy (Ryan Lambert) menyelamatkan Horace dari bullying, ia akhirnya bergabung dengan klub yang bermarkas di atas pohon, tapi sesungguhnya ia bisa mengintip Lisa yang merupakan tetangga Sean.

Di saat yang bersamaan, Count Dracula mencuri peti berisikan Frankenstein (Tom Noonan) menuju Amerika di dalam pesawat, lalu membangkitkannya. 

Setelah menemukan jimat tersebut, Dracula memerintahkan Frankenstein untuk merebut buku harian Van Helsing dari tangan Sean.

ulasan film the monster squad teror vampir
TriStar Pictures

Sementara Sean sendiri bersama Patrick dan Horace menghampiri seseorang yang dijuluki “Crazy German Guy”.

Mereka penasaran dengan terjemahan buku harian Van Helsing dan menyadari bahwa esok adalah tepat seratus hari untuk bisa membuka portal melalui jimat tersebut.

Baca juga: Head to Head: Fright Night 1985 vs 2011

Melalui ayahnya sebagai polisi, Sean mengetahui ada sejumlah kejadian janggal berkenaan dengan hilangnya Mumi di museum.

Juga ada seseorang yang mengaku sebagai manusia serigala ditembak mati lalu jasadnya menghilang, serta mobil jenazah misterius dengan aksesoris tengkorak.

Maka “The Monster Squad” pun harus segera menemukan jimat tersebut, mencari seorang gadis perawan untuk membacakan mantera, mencegah Dracula untuk menguasai portal.

Premis The Monster Squad memang menarik, namun ada kekacauan dalam alur ceritanya yang dipaksakan.

Kacaunya alur dirasakan saat Count Dracula langsung menemukan jimat yang disembunyikan dan harus merebut buku harian Van Helsing dari tangan Sean.  

Meski demikian, petualangan dan aksi seru The Monster Squad amat meyakinkan, sekaligus menjanjikan yang dilakukan kelompok pra-remaja trio Sean-Patrick-Horace.

the monster squad lawan drakula frankenstein werewolf mumi
TriStar Pictures

Mereka dibantu Rudy, yang usianya lebih tua dan juga dimeriahkan dua bocah cilik yakni Eugene dan Phoebe.

Mereka semua harus menghadapi serbuan pasukan horor ikonik yang dipimpin Count Dracula. 

Adegan yang mengambil lokasi di alun-alun kota kecil tersebut menjadi favorit saya, bagaimana laga peperangan seru dan mendebarkan terjadi.

Bahkan adegan itu dimulai saat mereka berada di dalam mobil Land Rover saat berseteru dengan Mumi.

Narasi film ini mungkin saja mengambil elemen dan karakterisasi yang mengingatkan saya akan sekelompok pra-remaja yang bertualang di film The Goonies (1985).

Selain itu juga duo figuryang diperankan duet “Corey” yakni Haim-Feldman sebagai anggota klub yang terobsesi dengan monster horor di film The Lost Boys (1987).

Ide yang ditulis oleh Shane dan Dekker mengenai klub yang terobsesi dengan monster horor ikonik tersebut, memang terkesan menarik bahkan bagi orang dewasa sekalipun. 

Penggambaran markas “The Monster Squad” yakni pondok kayu yang berada di atas pohon, sungguh mengasyikan.

alur sinopsis the monster squad
TriStar Pictures

The Monster Squad bukan berarti disajikan begitu ringan yang mendominasi keseluruhan cerita karena adanya elemen komedi.

Seperti dalam adegan pembukanya, disajikan pun cukup menegangkan dan mengejutkan, sekaligus tragis.

Figur sentral Sean memang menjadi model peran sebagai pemimpin klub, Patrick sepertinya pandai memanfaatkan situasi.

Sedangkan Horace adalah tipikal penakut dan yang kocak, sementara Rudy yang paling dewasa diantara mereka adalah yang terkuat, adapun Phoebe dan Eugene memang menggemaskan.

Sangat jarang jika film remaja turut menyoroti sosok orang-tua mereka, kecuali yang terjadi dalam rumah tangga Sean.

Diceritakan bahwa ayah dan ibu Sean sedang berada di ambang perpisahan, sehingga cukup mengganggu meski terasa lebih realistis dan terkadang memiliki atmosfir cenderung mature.

Yang menarik tentunya jika dilihat dari pihak antagonis yang diwakilkan oleh Count Dracula dengan penampilan yang cukup impresif sebagai yang kejam dan jahat. 

the monster squad film horor remaja
TriStar Pictures

Namun disayangkan akan beberapa aksinya yang konyol, seperti memanfaatkan dinamit kala sedang menghadapi para polisi.

Untungnya penampilan Frankenstein begitu meyakinkan, sedangkan efek spesial terhadap monster Black Lagoon cukup bagus eksekusinya.

Begitu pula Mumi yang disajikan dengan standar. Kehadiran Sang Manusia Serigala pun tidak mengecewakan melalui tranfsormasi ekspres-nya.

Tidak banyak yang bisa dibahas terhadap film The Monster Squad ini, selain untuk dinikmati sebagai hiburan klasik yang cukup fantastis.

Demikian sinema horor review The Monster Squad dalam menghadapi pasukan horor ikonik.  

Score: 3 / 4 stars

The Monster Squad | 1987 | Horor, Komedi | Pemain: Andre Gowér, Robby Kiger, Stephen Macht, Duncan Regehr, Stan Shaw, Tom Noonan, Ashley Bank, Brent Challem, Ryan Lambert, Michael Faustino, Jack Gwillim | Sutradara: Fred Dekker | Produser: Jonathan A. Zimbert | Penulis: Shane Black, Fred Dekker | Musik: Bruce Broughton | Sinematografi: Bradford May | Distributor: TriStar Pictures | Negara: Amerika Serikat, Kanada | Durasi: 82 Menit

Comments