Review Clayface: Dendam dari Satu Hari yang Buruk
![]() |
| Warner Bros Pictures |
Sinema superhero horor review Clayface tentang dendam dari satu hari yang buruk.
Dendam akibat wajah rusak tapi meleleh dari satu hari yang buruk dalam review film horor superhero Clayface.
Clayface adalah proyek Mike Flanagan dan merupakan bagian dari DCU (DC Universe) terbaru yang ditangani James Gunn.
Karena konflik jadwal, akhirnya kursi sutradara digantikan James Watkins, sedangkan peran utama terpilih aktor Tom Rhys Harries.
Clayface merupakan film ketiga DCU setelah Superman (2025) dan film Supergirl (2026).
Clayface mengisahkan Matt Hagen (Tom Rhys Harries) adalah seorang aktor populer asal Gotham City, memiliki sahabat sejak kecil, yaitu Corey (Joshua James).
Suatu malam, mereka bersenang-senang di sebuah klub malam milik seorang mafia lokal bernama Markos Szabo (David Dencik).
Matt kemudian tergoda dengan kekasih Szabo, yaitu Mia (Joanna Ribeiro) yang memang dikenal nakal.
![]() |
| Warner Bros Pictures |
Setelah menjalin hubungan, Hagen tertangkap dan disiksa oleh anak buah Szabo, yang melukai wajah dengan parah hingga nyaris tak berbentuk.
Upaya operasi plastik gagal total, Hagen kehilangan pekerjaan utama sebagai aktor, terlebih setelah dikhianati sang manajer.
Suatu hari, Matt Hagen mempelajari dan meyakini bahwa Dr. Caitlyn Corr (Naomi Ackie) adalah ahli dalam regenerasi kulit mampu merubah wajahnya kembali seperti semula.
Setelah sempat menolak, akhirnya Dr. Corr setuju untuk melakukan eksperimen tersebut, yang semua biaya ditanggung penuh oleh Hagen.
Awalnya penyembuhan terjadi dengan baik, namun lama-kelamaan saat Hagen teringat masa lalu tragis dan emosional, kulit wajah nya meleleh seperti tanah liat.
Berbagai proses transformasi dan mutasi pun terjadi, hingga Hagen mempu mengendalikan nya sendiri.
Namun, urusan masa lalu dengan Szabo belum selesai, dendam tak tertuntaskan pun kembali muncul setelah serangkaian peristiwa kembali menyeret dirinya.
DC memang selalu mengenalkan karakter figur superhero maupun villain yang jarang sekali dikenal atau bahkan populer, termasuk Clayface dalam film dengan judul sama ini.
![]() |
| Warner Bros Pictures |
Mungkin film Clayface atau seharusnya bisa jadi semacam penebusan untuk respon yang positif dalam menatap proyek DCU dari James Gunn.
Premis film Clayface ini berawal dari satu hari yang buruk berubah jadi dendam kesumat dan teror sang figur utama, dari korban jadi pemburu.
Biasanya sang villain dalam komik superhero itu, tidak selalu sebagai antagonis murni, mungkin figur tersebut bisa muncul dalam film DCU berikutnya menjadi lawan atau bahkan berkolaborasi dengan para superhero.
Menurut saya pribadi, tidak hanya sosok Mike Flanagan yang jadi penentu arah film Clayface ini, tapi juga salah satu produser Matt Reeves yang pernah menyutradarai The Batman (2022) yang disambut positif penonton.
Penyajian film Clayface ini mengingatkan saya akan film cult classic dari Sam Raimi, Darkman (1990) tapi dengan sentuhan body horror dan slasher brutal.
Selain itu juga ada film tipikal, The Incredible Melting Man (1973) memiliki pendekatan serupa.
Alur cerita nya pun punya magnet tersendiri untuk disimak dari awal hingga akhir, penuh konflik dan pergumulan internal dalam diri sang karakter figur utama, Matt Hagen yang diperankan dengan prima oleh Tom Rhys Harries.
![]() |
| Warner Bros Pictures |
Cerita film Clayface juga menyimpan pelintiran yang menjadi titik balik transformasi yang tak hanya dari jiwa Matt Hagen, tapi juga mutasi fisik yang mengejutkan beberapa kali.
Adegan demi adegan dalam Clayface ini tidak terburu-buru tapi meyakinkan, sesuai dengan tone dan suasana yang berubah perlahan tapi pasti.
Tema dalam satu hari yang buruk berlanjut kepada hubungan cinta bertepuk sebelah tangan Matt Hagen dengan Caitlyn yang diperankan Naomi Ackie, menambah kesengsaraan dan kekecewaan sekaligus luapan emosi.
Elemen body horror film ini bermula dari slasher hingga mutasi atau transformasi tipikal horor fiksi ilmiah dengan tone yang gelap dan tragis.
DC Comics memang menghadirkan penceritaan yang lebih serius dan dewasa, seperti halnya Batman dari Christopher Nolan maupun Matt Reeves.
Clayface merupakan salah satu film superhero bukan untuk semua penonton, apalagi dari DC Comics.
Film ini bisa setara dengan Watchmen (2009), sementara Marvel Comics sudah tertinggal jauh tertimbun di dasar tanah, berdasarkan kualitas.
Demikian sinema superhero horor review Clayface dendam dari satu hari yang buruk.
Score: 3.5 / 4 stars
Clayface | 2026 | Superhero, Horor | Pemain: Tom Rhys Harries, Naomi Ackie, David Dencik, Max Minghella, Joshua James, Eddie Marsan | Sutradara: James Watkins | Produser: Matt Reeves, Lynn Harris, James Gunn, Peter Safran | Penulis: Berdasarkan DC Comics. Naskah: Mike Flanagan, Hossein Amini | Musik: Volker Bertelmann | Sinematografi: Rob Hardy | Penyunting: Jon Harris | Distributor: Warner Bros Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 108 menit




Comments
Post a Comment