The Conjuring: The Devil Made Me Do It (2021), Bukan Sekadar Kerasukan Roh Jahat

review film the conjuring the devil made me do it
Warner Bros Pictures

 
Setelah penundaan sekitar satu tahun, akhirnya masih berada dalam masa Pandemi COVID-19, film The Conjuring: The Devil Made Me Do It tayang juga, bersamaan di bioskop maupun melalui saluran digital HBO Max.

Film ini disutradarai oleh Michael Chavez yang sebelumnya pernah menangani salah satu sempalan “Semesta The Conjuring” yakni The Curse of La Llorona (2019), sedangkan sang kreator James Wan masih setia dalam menulis sekaligus memproduserinya.

Kesuksesan film yang hingga saat ini mencetak lebih dari 110 juta Dolar Amerika serta lebih dari 1,6 juta penonton streaming, dihadapkan pada biaya 39 juta Dolar Amerika, adalah hal yang positif untuk sekuel horor populer.

Kali ini The Conjuring: The Devil Made Me Do It tidak mengisahkan rumah berhantu, melainkan seseorang yang kerasukan roh jahat atau kesurupan, terinspirasi dari aktivitas eksorsisme oleh pasangan Ed dan Lorraine Warren terhadap kasus “Trial of Arne Cheyenne Johnson” dan diperkuat melalui buku The Devil in Connecticut yang ditulis Gerald Brittle di tahun 1981.

Kisah filmnya terjadi di kota Brookefield yang menimpa keluarga Glitzer, saat putra mereka David (Julian Hilliard) yang berusia delapan tahun, kerasukan roh jahat, tak lama setelah mereka menempati sebuah rumah sewaan.

Pasangan demonologi Ed (Patrick Wilson) dan Lorraine (Vera Farmiga), mendokumentasikan aktivitas eksorsisme yang dilakukan Pastur Gordon terhadap David, dibantu oleh kakaknya yakni Debbie (Sarah Catherine Hook) beserta kedua orang tua mereka.

alur the conjuring the devil made me do it
Warner Bros Pictures

Dalam peristiwa mengerikan tersebut, roh jahat dalam tubuh David nyaris menghentikan detak jantung Ed, lalu kekasih Debbie yakni Arne (Ruari O’ Connor) bergumul dan menyadarkan David, sekaligus mengusir roh jahat tersebut untuk berpindah kepada dirinya. Alhasil, David tersadar dan situasi kembali normal.

Setelahnya Ed terbangun di rumah sakit dan mendapat visi bahwa roh jahat tersebut kini merasuki Arne, sedangkan di tempat lain Arne sendiri memang sering dihantui dengan sejumlah penampakan yang seperti memanipulasi dirinya untuk bertindak sesuatu hingga akhirnya membunuh Bruno dengan tikaman pisau.

Kini Arne dihadapkan pada sebuah persidangan pertama di Amerika dengan pembelaan alibi yakni kerasukan roh jahat. Sementara Arne ditahan, Ed dan Lorraine mengumpulkan sejumlah bukti terhadap asal-muasal kerasukan roh jahat yang menimpa David.

Kali ini saya menyukai ide dari premis film The Conjuring: The Devil Made Me Do It, yang menghubungkan antara peristiwa nyata “Trial of Arne Cheyenne Johnson” dengan narasi yang mengejutkan, sehingga memberikan angin segar bagi sebuah waralaba horor tersebut.

Hal tersebut tidak akan saya bahas, mengingat mungkin bakal membocorkan penceritaannya sendiri, sekalipun tidak menyinggung alurnya sama sekali.

sinopsis the conjuring the devil made me do it
Warner Bros Pictures

Saya acungkan jempol untuk trio penulis James Wan-David Leslie-Johnson McGoldrick yang mampu menekankan aspek suspens lebih dalam, meski horor supranaturalnya tetap kental. Ditambah sebuah pelintiran yang tak disangka menuju akhir cerita, juga tak kalah serunya!   

Pengembangan karakter dramatisasi pasangan Ed dan Lorraine Warren pun terasa lebih kuat meski sama-sama menghadirkan kedinamisan terhadap apa yang masing-masing mereka alami dalam sekuel sebelumnya, maupun kali ini yang ditambah dengan ikatan mereka di masa lalu yang menjadi kunci penyelesaian cerita.

Patrick Wilson dan Vera Farmiga kembali menunjukkan performa apik mereka sebagai Ed dan Lorraine yang semakin kompak dalam situasi apapun, sementara untuk figur kunci maupun pendukung terasa medioker, kecuali David yang diperankan aktor cilik Julian Hilliard cukup mengundang perhatian meski perannya kecil, serta figur Kastner yang lumayan creepy.

Hanya saja solusi dan aksi penyelesaian akhir cerita film ini cenderung standar dan bahkan kurang menarik, termasuk ada hal yang ganjil dan mengambang, sehingga saya sulit membedakannya, apakah bersifat nyata atau supranatural semata. Lagi, sesuatu yang tidak mungkin saya bocorkan alurnya.

the conjuring bukan sekadar kerasukan roh jahat
Warner Bros Pictures

Dan adegan awal ceritanya pun sangat bergaya The Exorcist (1973), mulai dari suasana klasik di awal 80’an, aksi kerasukan terhadap figur David dengan gerakkan tubuh menekuk tak karuan termasuk gerak leher mengerikan, hingga kedatangan Pastur Gordon turun dari mobil dan menatap kediaman kelaurga Glitzer lengkap dengan penataan cahaya membentuk siluet.

Elemen jump scare berlebihan ciri khas horor modern yang menyebalkan tetap hadir dan selalu saya benci, meski dirasa porsinya dikurangi dibandingkan film sebelumnya. Kemunculan iblis gendut berambut panjang (entah lelaki atau perempuan) sungguh konyol dan membuat saya tertawa, bagiakan versi lucu dari film The Shining (1980) yang lebih superior.

Sutradara Michael Chaves kali ini mampu mengeksekusi filmnya dengan baik dan menjaga atmosfir serta tone yang sama dengan dua film The Conjuring terdahulu, begitu pula tema musik dan scoring yang mampu membuat bulu kuduk merinding arahan Joseph Bishara, juga lagu Blondie “Call Me”
turut mewarnai adegan film ini dan bahkan lagu Elvis Presley “Suspicious Mind” kembali hadir selain di film Army of the Dead (2021).

Film The Conjuring: The Devil Made Me Do It secara keseluruhan masih solid untuk sebuah sekuel yang tak kalah menariknya, menjadi pembeda berdasarkan narasi untuk mengikat audiens lebih terpicu pada kedalaman ceritanya, meski tidak sepenuhnya memuaskan.

Score: 3 / 4 stars

The Conjuring: The Devil Made Me Do It | 2021 | Horor | Pemain: Patrick Wilson, Vera Farmiga, Ruari O’ Connor, Sarah Catherine Hook, Julian Hilliard, John Noble, Steve Coulter, Eugenie Bondurant | Sutradara: Michael Chaves | Produser: James Wan, Peter Safran | Penulis: James Wan, David Leslie, Johnson McGoldrick. Naskah: David Leslie, Johnson McGoldrick | Musik: Joseph Bishara | Sinematografi: Michael Burgess | Distributor: Warner Bros Pictures | Negara: Amerika Serikat | Durasi: 112 Menit

Comments